Sabtu, 24 Mei 2008

Kinerja HMPS Komunikasi 2007-2008 Buruk

Hendy Adhitya - Teras online

Babarsari (24/05/08) -- Kinerja HMPS Komunikasi periode 2007-2008 dinilai buruk. Kesimpulan pernyataan ini didasarkan oleh hasil jajak pendapat yang dilakukan BEM FISIP UAJY dan Teras Pers terhadap 89 mahasiswa aktif FISIP UAJY angkatan 02-07.

Melalui metode stratified unproportionate sampling, data statistik memperlihatkan bahwa responden menilai satu tahun kepengurusan lembaga yang dikomandani Inge dan Dika sama sekali tidak terlihat kinerjanya (42.7%). Kepengurusan HMPS Komunikasi 2007-2008 hanya menjadi lembaga bayangan. Anggota HMPS Komunikasi sekedar titip nama tanpa ada aksi nyata.

Sementara sebanyak 25,8% responden menyayangkan kegiatan HMPS Komunikasi yang minim publikasi. Beberapa responden lainnya menilai kepengurusan HMPS Komunikasi 2007-2008 telah berhasil (11.2%), yang tidak tahu atau tidak menjawab sebanyak 7.9%, kinerja HMPS dinilai biasa saja sebanyak 4.5%, HMPS Komunikasi minim sosialisasi rencana kerja sebanyak 3.4%. Sisanya sebanyak 1.1% berpendapat bahwa kinerja anggota HMPS Komunikasi eksklusif, kurang koordinasi dengan KP dan KS, program acara HMPS sifatnya event dan mahasiswa komunikasi tidak mendapat dampak.

Hasil polling ini dibacakan saat public hearing HMPS Komunikasi Sabtu lalu (16/05) di lobi kampus FISIP UAJY. Acara ini selain dihadiri oleh mahasiswa komunikasi, juga dihadiri oleh MC Ninik Sri Redjeki, (Kaprodi ilmu komunikasi), Agus Putranto (Wakil Dekan 1 FISIP UAJY), Nindito (Pejabat Kemahasiswaan dan Alumni FISIP UAJY), dan Bonaventura Satya Bharata (dosen FISIP UAJY.

Berkait dengan hasil polling ini, Inge hanya mengucapkan, "terima kasih, BEM sudah mau memperhatikan, ini bisa jadi masukan buat kita," ujarnya.

Selain menyampaikan hasil polling, acara yang baru diselenggarakan kali pertama ini juga merupakan ajang kritik, masukan dan saran oleh mahasiswa terhadap HMPS Komunikasi. Jimmy, Presiden BEM FISIP UAJY periode 2007-2008 menyayangkan kinerja HMPS setahun ini sama sekali tidak menyinggung urusan akademik. "Coba itu ada masalah kebijakan 75%, masa' HMPS tidak ikut mengurusi." Menanggapi ini, Inge menjawab, "Itu bukan urusan kami, dalam visi dan misi kami tidak bergerak di bidang kemahasiswaan, kami di bidang industri."(hen)
(selengkapnya...»)

Penggunaan Fasilitas Kampus terancam Dibatasi

Hendy Adhitya - Teras online

Babarsari (24/05/08) -- Tiga hari lalu (21/05) bertepatan dengan peringatan 10 tahun reformasi, sebuah surat dengan kop UAJY bikin geger beberapa mahasiswa FISIP UAJY. Betapa tidak, lampiran surat yang datang dari BAU tentang tata tertib penggunaan fasilitas kampus ini jadi penyebabnya. Diduga sala hsatu ketentuannya mengindikasikan pembatasan penggunaan fasilitas kampus.

Tata tertib berisi 14 ketentuan itu dinilai sangat mendadak pemberitahuannya. "Masa' ngasihnya pas anak-anak mau selesai ujian," ujar salah satu sumber Teras. Juga, dalam surat itu tertulis, batas waktu mengkritisi kebijakan ini kepada Tata Usaha adalah tanggal 28 Mei esok. "Mereka tuh pinter banget menyerangnya, pas anak-anak libur, kita jadi gak ada waktu buat ngebahas ini," kata sumber Teras itu.

Salah satu yang dianggap memberatkan bagi beberapa mahasiswa FISIP UAJY adalah ketentuan nomor satu. "Gedung kampus di buka hari Senin sampai dengan Sabtu, mulai pukul 06.00 sampai dengan 22.00 WIB," begitu tulisnya.

Berarti fasilitas kampus seperti Ruang Kemahasiswaan, Hot spot, Lab Avi dan fasiltas lain dibatasi penggunaannya. Padahal kenyataannya tidak sedikit mahasiswa yang memanfaatkan fasilitas tersebut pada jam diatas ketentuan tata tertib itu.

Ketentuan nomor satu ini amat tidak realistis. Karena banyak kegiatan kemahasiswaan, baik akademik dan non-akademik, dilakukan pada malam hari. Ini logis di saat pagi, siang, sore bahkan malam, banyak mahasiswa harus mengikuti kegiatan perkuliahan. Sehingga ini berdampak terhadap kegiatan berorganisasi atau kegiatan kemahasiswaan lain yang akhirnya terpaksa hanya bisa dilakukan mahasiswa pada malam hari, dini hari, atau bahkan sampai menginap.

Mengenai permasalahan ini, belum ada tindak lanjut dari pihak lembaga mahasiswa seperti BEM, HMPS Komunikasi dan HMPS Sosiologi.(hen)
(selengkapnya...»)

Rabu, 21 Mei 2008

Papillon, Dosen FISIP UAJY Tutup Usia

Hendy Adhitya –Teras online

Babarsari (21/05/08) -- Kemarin (20/05) Dosen FISIP UAJY, Papillon Halomoan Manurung tutup usia. Almarhum menghembuskan nafas terakhir di RS Bethesda sekitar pukul delapan pagi. Almarhum meninggal dunia disebabkan oleh stroke.

Upacara pendoaan dilakukan sekitar pukul 12 siang di Rumah Duka RS Bethesda. Upacara ini dihadiri oleh sejumlah rekan-rekan dosen FISIP, jajaran rektorat UAJY dan mahasiswa.

Setelah didoakan di RS Bethesda, jenazah langsung disemayamkan ke rumah duka. Kemudian rencananya hari ini jenazah juga akan diberangkatkan ke Cepu, Jawa Tengah untuk dimakamkan.(hen)


Kami segenap awak Teras Pers turut berduka cita atas meninggalnya dosen kami, guru kami, Papillon Halomoan Manurung. Semoga segala amal ibadahnya diterima di sisi-Nya. Amin
(selengkapnya...»)

Diskusi Panel "Jurnalisme Publik : Layakkah?"

Dany Ismanu - Teras online

Babarsari (21/05/08) -- TERAS Pers FISIP UAJY bekerjasama dengan Kompas Komunitas, Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Yogyakarta dan ELTI Yogyakarta, mengadakan diskusi panel dengan tema -Jurnalisme Publik : "Layakkah?"-. Acara akan diadakan di Ruang Audiovisual Gedung Kampus 2 UAJY pada hari Jumat, 30 Mei 2008 pukul 13.00 s/d 15.30 WIB.

Acara ini sendiri hadir dengan melihat fenomena jurnalis-jurnalis publik yang berkembang beberapa waktu belakangan ini. Diskusi panel menghadirkan 3 pembicara, yaitu Zeverina dari KOMPAS Komunitas beserta beberapa kontributor daerah, Danarka Sasangka selaku akademisi ilmu komunikasi UAJY, dan Bambang Muryanto, ketua AJI Yogyakarta.

Sebatas informasi, peserta diwajibkan membayar kontribusi sebesar Rp 5000,00. Dengan uang itu, peserta bisa mendapatkan fasilitas seperti sertifikat, snack, dan seminar kit. Pendaftaran peserta masih dibuka hingga tanggal 28 Mei 2008, bertempat di Lobi FISIP UAJY. Koordinator acara Fellycia Novka berharap acara ini bisa memberikan pengetahuan lebih tentang bagaimana seluk beluk jurnalisme publik (citizen journalism).(dny)
(selengkapnya...»)

Unjuk Rasa Peringatan Hari Kebangkitan Nasional 2008

Clara Devi - Teras Online

Malioboro (21/05/08) -- Sebagai bentuk kepedulian dalam memperingati 100 Tahun Kebangkitan Nasional, siang kemarin (20/05) beberapa ormas melakukan unjuk rasa di sepanjang jalan utama Malioboro Yogyakarta. Salah satu dari kelompok tersebut adalah massa yang tergabung dalam Ikatan Mahasiswa Muhammadyah (IMM). Mereka terdiri dari kelompok IMM Sleman dan IMM BMPS.

Dengan memakai jas dan ornamen yang didominasi oleh warna merah, sekitar pukul 11.00 WIB massa berhimpun di perempatan lampu merah Kantor Pos Besar lalu bergerak ke arah timur melawan arus kendaraan. Titik akhir pemberhentian mereka adalah Gedung Agung. Saat massa mulai memantabkan formasinya, polisi yang telah berjaga sejak pagi segera menyambut dengan berbaris seadanya di belakang rantai pembatas jalan.

"BLT = Mental Pengemis!" Begitulah kalimat seruan yang tertulis tebal dalam poster utama massa IMM. Mereka mendesak pemerintah untuk tidak lagi melanjutkan sistem Bantuan Langsung Tunai (BLT) yang hanya akan membuat rakyat menjadi pemalas yang mengemis di negara mereka sendiri. Hal tersebut diserukan berkaitan dengan tuntutan yang mereka ajukan, antara lain batalkan kenaikan harga BBM, tolak privatisasi BUMN, segera nasionalisasikan aset-aset bangsa, turunkan harga sembako, perhatikan kesejahteraan buruh, hapus sistem kerja kontrak, hingga desakan untuk mereformasi agraria dan mengembalikan hak-hak kaum tani. Tuntutan tersebut juga disampaikan melalui yel-yel dan lagu yang mereka kumandangkan sepanjang jalannya unjuk rasa.

Meskipun hanya berlangsung sesaat, cukup banyak masyarakat yang menolehkan wajahnya dan terlihat mengamati keadaan saat melintasi kerumunan unjuk rasa tersebut. Ungkapan penuh semangat para orator IMM yang menekankan tentang pentingnya keberadaan sense of belonging atau semangat nasionalisme dalam kehidupan bernegara bangsa Indonesia kiranya bisa dikatakan menarik sebagai pembuka bagi serangkaian aksi kelompok lain yang dilakukan setelahnya.

Beberapa kali massa IMM secara bersama-sama melangkah maju untuk menerobos rantai pembatas antara mereka dengan barisan polisi yang menutupi gerbang depan Gedung Agung. Setiap kali terdengar seruan "Satu komando, satu tujuan!" beberapa personil polisi harus merapatkan diri mereka dan menghalangi massa menembus barikade. Massa pada akhirnya tidak berhasil membawa diri mereka lebih jauh dari batas rantai tersebut.

Sebelum pukul 12.00 WIB massa akhirnya membubarkan diri dengan tertib, setelah sebelumnya sempat saling bersalaman dengan para personil Kapoltabes Yogyakarta yang menjaga keseluruhan aksi mereka.(clr)
(selengkapnya...»)